Tanya Jawab

1. Apakah perbedaan badan hukum berbentuk PT, CV dan Firma?

Q:  Ada beberapa perbedaan namun yang penting untuk diketahui bagi usahawan adalah perbedan pertanggungjawaban para Pemodalnya diantara ketiganya. CV dan Firma pemodal harus bertanggung jawab atas semua kegiatan CV dan Firma sampai pada harta pribadinya. Maksudnya jika asset CV dan Firma tidak cukup untuk memenuhi kewajiban CV atau Firma maka harta benda atas nama pribadi Pemodal dapat dituntut untuk pemenuhan kewajiban firma atau CV.  Sedangkan Pemodal dalam PT tidak demikian. Pemodal atau Pemegang Saham PT bertanggungjawab sampai pada jumlah saham yang dimilikinya saja tidak sampai pada harta pribadi atas nama miliknya.

2.Apakah syarat menjadi pemegang saham PT? 

Q. Syarat menjadi pemegang saham PT adalah orang pribadi atau badan hukum yang mampu melakukan perbuatan hukum, wajib pajak dan WNI. Warga Negara Asing atau badan hukum asing bisa menjadi pemegang saham PT dengan ketentuan PT akan menjadi berstatus PT penanaman modal asing dan tunduk pada UU Penanamam Modal Asing (PMA). 

Tanya lebih lanjut: 

√.Siapa saja yang boleh dan tidak boleh sebagai pemegang saham PT  √.Bagaimana mengalihkan saham dengan jual beli atau hibah?    √.Kapankah sebuah PT dinyatakan sah dan berdiri?                              √.Bagaimana mendirikan PT PMA? 

3.Berapakah modal minimal mendirikan PT?

Modal minimal pendirian PT sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) Semua pendiri PT harus menyetor modal sesuai saham yang dimilikimnya yang tertera dalam anggaran dasar dalam jangka waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak pengesahan PT oleh Kementrian Hukum dan HAM .  Modal disetor ke rekening atas nama PT. Modal disetorkan paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari Modal Dasar PT. 

Tanya lebih lanjut:

√. Apakah badan hukum PT dapat berdiri dan dapat mendapatkan pengesahan pendirian PT sedangkan pendirinya belum mempunyai uang dan menyetor modal? 

4. Apa yang dimakud dengan PT kelas Kecil, Kelas Menengah dan besar? 

Klasifikasi PT berdasarkan modal disetor.                                            PT kelas kecil Modal Setor dari 50.000.000,- s/d Rp500.000.000,-        PT kelas menengah di atas Rp500.000.000,- s/d Rp10.000.000.000,-  PT Kelas besar di atas Rp10.000.000.000,-

5. Apakah Bidang usaha PT bisa lebih dari satu? 

Bisa lebih dari satu dengan catatan untuk bidang-bidang usaha tertentu seperti pariwisata tidak bisa di gabung dengan bidang usaha yang lain. Artinya harus PT yang khusus dibidang pariwisata.  Bidang usaha harus merujuk pada Klasifikasi Besar Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).  Jika usaha PT lebih dari 1 (satu) bidang maka Modal PT harus mencukupi untuk membiayai bidang-bidang usaha tersebut. 

6. Apakah pemegang saham dapat menjadi Direksi atau Komisaris? 

Pemegang saham dalam RUPS dapat  mengangkat dirinya sendiri sebagai Direktur atau Komisaris.                                               

Tanya lebih lanjut: 

√.Bagaimana memberhentikan Direksi atau komisaris sebelum habis masa jabatannya?                                                                          √.Apakah syarat dan ketentuan memberhentikan Direksi?                    √.Siapa yang tidak boleh menjadi Direksi atau komisaris?                      √.Apakah orang berkewarga Negaraan Asing boleh menjadi Direktur?√.Apakah tugas dan kewenangan Direktur dan Komisaris?
√.Apakah Good Corporte Governance?

7. Siapakah yang berhak  menggunakan keuangan PT?

Direksi berhak dan berwenang mengendalikan dan menggunakan uang. Direksi berhak dan berwenang memerintahkan bank untuk mengeluarkan atau  memindah bukukan uang dari rekening PT. Namun untuk menarik atau menggunakan uang PT dalam jumlah tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Direksi harus terlebih dahulu mendapatkan ijin dari Komisaris PT. Direksi juga harus membuat laporan keuangan yang wajib diberikan kepada Pemegang Saham setiap tahunnya.

Tanya lebih lanjut: 

√. Siapakah yang berhak dan berwenang menandatangani cek?

8. Bagaimana pembagian keuntungan (profit) untuk Para Pemegang Saham dalam PT?

Tata Cara pembagian keuntungan di atur dalam Anggaran Dasar Pendirian PT. Biasanya pembagian keuntungan dilakukan setahun sekali namun ada juga yang diatur 6 (enam) bulan /1 semester. Besarnya keuntungan dan pembagainnya  akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang biasanya dilakukan 1 (satu) tahun sekali namun jika pembagian keuntungan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali biasanya RUPS juga dilakukan 6 (enam) bulan sekali